Amerika Bicara Ngawur Soal Kerjasama Pakistan-Iran

Gedung putih (White House)

Anggota Parlemen Pakistan dari Provinsi Punjab membantah statemen Richard Holbrooke, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Pakistan dan Afghanistan mengenai ketidakseriusan Islamabad menjalankan proyek jalur pipa gas Iran-Pakistan.

Anggota parlemen Pakistan ini menilai statemen terbaru Holbrooke tersebut sebagai bentuk intervensi Washington terhadap urusan internal Islamabad.

Selain itu, anggota legislatif Pakistan ini mendesak parlemen mengeluarkan statemen kecaman resmi menyikapi pernyataan tidak bertanggung jawab seorang pejabat teras Gedung Putih yang bernada menghina Pakistan itu.

AS Pasang Kuda-Kuda Menghukum Mitra Keuangan Iran

Mitra keuangan Iran akan terkena sanksi unilateral baru di bawah rancangan undang-undang yang diusulkan oleh DPR AS dan negosiator Senat, demikian diumumkan anggota parlemen Amerika pada Senin (21/6).

Undang-undang tersebut bertujuan membatasi program nuklir Tehran, dan efektif dalam menghukum bank-bank asing yang menjalin bisnis dengan bank atau perusahaan kunci Iran.

Usulan yang disusun oleh Senator Chris Dodd dan Perwakilan Howard Berman sedang beredar di seluruh anggota DPR dan negosiator Senat dan harus melewati kedua kanal tersebut sebelum ditetapkan sebagai undang-undang.

Dunia Tolak Standar Ganda DK-PBB

Menteri Luar negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki menyatakan, “Kini, dunia menolak standar ganda dan diskriminasi.

Untuk itu, Dewan Keamanan PBB harus menjawab tuntutan publik dunia terhadap sikap sepihak lembaga internasional ini.”

Mottaki dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Nigeria di Tehran menyinggung peran kelompok delapan (G8) dalam membela hak negara-negara berkembang. Dalam pertemuan tersebut Menlu Iran juga menyesalkan reaksi pasif Dewan Keamanan PBB terhadap serangan brutal militer rezim Zionis atas konvoi kapal bantuan kemanusiaan Gaza, Freedom Flotilla, dan keluarnya resolusi sepihak no. 1929 mengenai program nuklir sipil Iran.

Sementara itu, Utusan Khusus Nigeria dalam pertemuan tersebut menekankan urgensi partisipasi Republik Islam Iran dalam KTT G8 di Nigeria. Ditegaskannya, kehadiran Iran merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan hubungan bilateral.

Utusan Khusus Nigeria beserta rombongan berada di Tehran untuk menyerahkan undangan resmi kepada Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad guna menghadiri KTT G8 di Abuja, Nigeria.

G8 dibentuk pada tahun 1997 dengan anggota Indonesia, Iran, Turki, Malaysia, Mesir, Nigeria, Bangladesh dan Pakistan. Tujuan pendirian organisasi ini untuk mendongkrak posisi negara-negara anggota G8 di level ekonomi global dan menciptakan peluang perdagangan serta perbaikan taraf hidup penduduk di delapan negara berkembang ini.(IRIB/PH)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: