Tumpahan Minyak di teluk Meksiko

Tumpahan Minyak dari kapal Tanker di Teluk Meksiko

Isu krisis lingkungan hidup akibat tumpahan minyak mentah di Teluk Meksiko masih ramai diperdebatkan. Bahkan Presiden AS Barack Obama menyandingkan isu tersebut dengan tragedi 11 September 2001. Dia menyatakan, “Seperti halnya tragedi 11 September 2001 yang telah mengubah kebijakan keamanan AS, krisis tumpahan minyak juga telah mengubah kebijakan energi AS untuk selamanya”.

Obama sengaja membandingkan insiden tumpahan minyak di Teluk Meksiko itu dengan tragedi 11 September 2001 sebagai upaya untuk meredam kritikan terhadap pemerintah dan menjaring dukungan para pimpinan parpol. Jika dalam serangan 11 September 2001, AlQaeda dituding sebagai dalang utama aksi teror tersebut, namun dalam tragedi tumpahan minyak di Teluk Meksiko justru dipicu oleh perusahaan minyak British Petroleum milik sekutu politik terdekat Washington. Tragedi ini bahkan dinilai sebagai krisis lingkungan hidup terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Pada saat insiden 11 September 2001 berlangsung, Gedung Putih berusaha mengalihkan isu ancaman teroris di dalam negerinya dengan mengusung perang ke Afghanistan dan Irak. Namun kini, isu perang bukan hal yang meyakinkan lagi untuk mengelabui opini publik Amerika. Yang jelas, kalau saja tumpahan minyak ratusan ribu barel yang sudah berlangsung lebih dari 2 bulan ini gagal dihentikan, niscaya akibatnya bisa lebih fatal ketimbang dampak dari serangan 11 September 2001.

Masih terkait krisis tumpahan minyak di Teluk Meksiko, Perusahaan minyak raksasa, BP, akan menyediakan uang US$20 miliar sebagai dana kompensasi bagi korban bencana minyak tumpah di Teluk Meksiko, dan tidak akan membagikan dividen pada pemegang saham tahun ini.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan kesepakatan kompensasi itu setelah melakukan perundingan dengan pejabat senior BP di Gedung Putih. Sesaat setelah itu, direktur utama BP Carl-Henric Svanberg mengatakan tahun ini dividen pemegang saham tidak akan dibagikan.
Ketua Eksekutif BP Carl-Henric Svanberg mengatakan, tidak ada dividen yang akan dibayarkan pada 2010 agar perusahaan dapat membiayai pengeluaran akibat bencana tumpahan minyak. Pihak BP mengaku peduli dengan “orang-orang kecil,” yang paling terpengaruh dampak tumpahan minyak.

Dia juga berjanji memperbaiki kerusakan lingkungan dan ekonomi di kawasan bencana akibat tumpahan minyak. BP akan membayar akun dana penjamin hingga empat tahun ke depan dan akan diawasi oleh pengacara Kenneth Feinberg yang menangani klaim kompensasi para korban serangan teroris 11 September 2001 di New York.

Analis mengatakan, BP yang telah menghabiskan US$ 1,6 miliar untuk menangani tumpahan minyak di Teluk Meksiko, memperoleh keuntungan sebesar US$ 14 miliar pada 2009. Oleh karena itu, BP dinilai cukup kuat menghadapi badai keuangan, bahkan jika mereka harus mencari pinjaman.

Berlanjutnya krisis kebocoran minyak di Teluk Meksiko, menyebabkan kian anjloknya popularitas Presiden Barack Obama di Amerika Serikat. Pekan lalu, lembaga Polling Gallup mengumumkan, 51 persen warga AS pesimis bakal memilih kembali Obama sebagai presiden mendatang. Tahun lalu, Obama lolos ke Gedung Putih setelah mendapat dukungan 53 persen suara. Kini, jumlah yang sepakat memilih Obama hanya 46 persen, sedangkan tiga persen lainnya, hingga kini, bimbang.

Pemilu presiden AS akan digelar pada bulan November tahun 2012. Dengan demikian, Obama kembali harus bertarung dengan rival-rival lainnya, sekitar 30 bulan lagi. Namun apakah Obama dapat mempertahankan posisinya? Jelas ini sangat sulit diprediksikan oleh Partai Demokrat. Apalagi Obama saat ini, menghadapi krisis serius. Hampir semua janji Obama yang digemborkan dalam kampanye pemilu sebelumnya, hanya sebatas isapan jempol.

Indikasi tidak terpilihnya Obama dalam periode presiden selanjutnya, kian jelas melalui hasil-hasil polling yang digelar akhir-akhir ini. Pada bulan Januari 2009, popularitas Obama menembus angka 65 persen. Namun popularitas itu tiba-tiba anjlok dalam kurun 18 bulan, menjadi 47 persen. Dengan demikian, Obama kehilangan 18 persen pendukung.

Menurut data jajak pendapat itu, 34 persen warga AS meyakini bahwa Washington keliru mengambil kebijakan, sedangkan 61 persen menyatakan tidak puas. Dilaporkan pula, Obama banyak kehilangan suara dari kalangan pendukung independen.

Pada faktanya, Obama lolos menuju Gedung Putih dengan dukungan kelompok independen ini. Dengan demikian, Obama benar-benar terancam tidak dapat mempertahankan jabatannya sebagai Presiden AS dalam periode selanjutnya. Menurut data Gallup, 53 persen pemilih independen menyatakan bahwa Obama tidak layak menjadi presiden mendatang. Sementara itu, hanya 43 persen dari kelompok ini yang masih mendukung Obama sebagai presiden periode 2012.
Berdasarkan data tersebut, bila dibandingkan tahun 2008, para pendukung independen Obama yang sama sekali tidak berhubungan dengan dua partai besar di AS, berubah total dalam menyikapi presiden kulit hitam itu. Berpalingnya kelompok independen itu benar-benar mengejutkan Partai Demokrat. Bahkan, kelompok ini berulangkali menyatakan pesimisme mereka atas Partai Demokrat. Padahal dalam beberapa dekade terakhir ini, kelompok independen dapat dikatakan sebagai penentu kemenangan partai di AS.

Kelompok independen adalah komunitas yang bersikap netral dan terlepas dari fanatisme partai atau ideologi kelompok tertentu. Pada tahun 2008, Obama mampu mengendalikan opini umum melalui isu perubahan yang digembor-gemborkan. Akan tetapi Obama rupanya tidak dapat mempertahankan popularitasnya menyusul kekecewaan kelompok independen terhadap Partai Demokrat.

Kelompok independen menuntut solusi krisis ekonomi, lapangan kerja, pengurangan angka pengangguran, peningkatan pendidikan dan kesehatan di tengah masyarakat. Namun semua tuntutan itu hingga kini belum terealisasi. Kelompok yang sama juga mengkritik keras kinerja Obama dalam menangani kebocoran minyak di Teluk Meksiko. Skandal Teluk Meksiko ini dapat dikategorikan sebagai krisis lingkungan hidup terbesar dalam sejarah AS. Krisis ini juga akan menjadi ganjalan besar bagi Partai Demokrat untuk tetap mempertahankan Obama dalam periode presiden selanjutnya.

Pekan lalu, Majalah Time terbitan Amerika Serikat dalam edisi terbarunya mengkritik Senator Republik John McCain dan menyebutnya tidak pantas berbicara soal segelintir perusuh pasca pemilu di Iran. McCain mendapat kritikan tajam atas artikelnya yang diterbitkan dalam jurnal The New Republic. Time menulis, “Artikel di The New Republic itu sangat mengherankan sekali mengingat penulis artikel tersebut tidak memiliki informasi yang benar soal Republik Islam Iran.”

“McCain masih sama seperti dulu, arogan dan selalu mengupayakan perubahan pemerintahan di Iran. Namun paling tidak kita dapat menyatakan masalah afeksi sia-sia dan tidak penting McCain bahwa kita (Amerika) dapat membantu perubahan pemerintahan di Iran dan bahwa rakyat Iran mengharapkan kita membantu perubahan di negeri itu, masih harus dibahas kembali.”

Time melanjutkan, McCain dalam artikelnya mengklaim menuntut penggulingan lunak pemerintahan Iran padahal dua bulan lalu, ia termasuk di antara tokoh yang “ngotot” mendukung serangan militer Amerika Serikat terhadap instalasi nuklir Iran.
Menurut majalah beroplah besar di Amerika ini, untuk menentukan kebijakan yang tepat terhadap Iran tidak semudah yang dibayangkan oleh McCain. Diperlukan analisa dan pemahaman benar untuk menentukan kebijakan dalam hal ini, soal apa yang dilakukan dan yang tidak dilakukan pemerintah Iran di dalam negeri. Dan McCain tidak memiliki kemampuan tersebut. (IRIB/LV/NA)

Categories: Hubungan Internasional | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Tumpahan Minyak di teluk Meksiko

  1. Pingback: Species baru atau species ‘baru’? « Rereasti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: