Taman Bunga Nahjul Balaghah

Anda tentunya tahu bahwa kitab Nahjul Balaghah yang ditulis oleh Sharif radzi adalah kumpulan pemikiran dan petuah Imam Ali as. Ali adalah Manusia suci yang tak ada duanya sepanjang sejarah. Kata-kata, pidato dan surat-surat yang ditulisnya dan diabadikan oleh Syarif Radhi dalam Nahjul Balaghah adalah manifestasi dari kemuliaan dan keajaiban, yang mengalir dari hati penuh ma’rifat dan cinta kepada Allah. Karakteristik paling penting dari ucapan-ucapan Imam Ali as adalah kefasihan bahasa dan kedalaman makna yang dapat disaksikan dengan baik dalam Nahjul Balaghah. Sekarang, setelah 14 abad berlalu, umat manusia di era ini masih dapat menikmati keluwesan, keindahan dan keatraktifan Nahjul Balaghah.

Syeikh Muhammad Abduh, mufti Mesir tempo dulu, saat berada di negeri asing, berkenalan dengan kitab Nahjul Balaghah. Keberagaman materi dan topik yang dibahas dalam Nahjul Balaghah memberikan kepuasan tersendiri bagi lawan bicaranya dalam berbagai hal. Kitab ini membangkitkan keterpikatan dan ketertarikan luar biasa dalam dirinya sehingga ia sadar telah menemukan harta karun yang sangat berharga. Oleh karena itu, Syeikh Mohammad Abduh menulis syarah atau penjelasan ringkas tentang isi kitab Nahjul Balaghah yang hingga saat ini menjadi rujukan banyak orang yang ingin memahami secara singkat kandungan kata-kata, khotbah dan surat-surat Imam Ali (as).

Syeikh Mohammad Abduh Beliau mengatakan :
“Di masyarakat Arab, tidak ada seorangpun yang tidak berkeyakinan bahwa ucapan Ali as adalah ucapan paling mulia, paling fasih, paling dalam maknanya dan paling lengkap sesudah al-Qur’an dan Hadits Nabi.”

Ali al-Jundi, Dekan Fakultas Ilmu di Universitas Kairo Mesir, dalam buku “Syair dan Hikmah Ali as” mengatakan, “Sebagian orang memiliki kemahiran dalam mengurai kata-kata singkat, sementara sebagian lagi mahir dalam menyampaikan khutbah-khutbah panjang. Dalam kedua hal itu, tak ada yang menandingi Ali as, sebagaimana halnya tak ada yang dapat mengungguli Ali dalam semua keutamaan.”

Sayyid Radhi, sekitar seribu tahun yang lalu telah mengumpulkan perkataan-perkataan Ali as dalam bentuk khutbah, surat dan hikmah-hikmah singkat dalam buku berjudul Nahjul Balaghah. Beliau berkata, “Salah satu keajaiban yang hanya ada pada diri Ali (as) adalah ketika memperhatikan ucapan beliau tentang kezuhudan, wejangan dan penyadaran, orang akan menyangka bahwa penyampai ucapan ini hanya mengenal zuhud dan hidup menyendiri di mihrab serta menjauhkan diri dari kebisingan urusan duniawi. Tak akan ada yang percaya bahwa ucapan yang bergelombang dan penuh makna ini, keluar dari lisan seorang figur agung, yang ikut terlibat secara langsung di medan peperangan dengan gagah berani menghadapi musuh, meski demikian, ia adalah hamba Allah yang paling zuhud dan paling banyak beribadah.”

Tidak bisa dipungkiri, bahwa perkataan-perkataan Ali as berasal dari ilmu dan pengetahuannya yang dalam, ruhnya yang mulia dan kekuatan serta kearifannya. Rasulullah saww dalam sabdanya, selalu menunjukkan keistimewaan karakteristik Ali bin Abi Thalib as dan mengajak umat untuk menikmati sumber ilmu dan ma’rifat ini. Ucapan masyhur Rasulullah mengenai Ali adalah sabda beliau yang berbuniy, “Aku adalah kota ilmu dan ‘Ali adalah pintunya.”

Alangkah baiknya, kalau kita perhatikan ucapan ‘Ali as sendiri. Suatu hari, salah satu sahabat ‘Ali as ingin menyampaikan sebuah khutbah, tapi ia tak mampu dan lidahnya seakan terkunci. Ali as berkata, “Sesungguhnya lidah adalah bagian dari tubuh dan dikendalikan oleh otak. Jika otak tidak bergolak dan aktif, lidah juga tidak akan menghasilkan apapun. Namun, jika otak terbuka lidah juga akan terbuka. Ali as kemudian berkata, “Sesunguhnya kami adalah pemimpin pasukan kata-kata. Pohon kata-kata berakar di antara kami dan cabang-cabangnya bergantung di atas kepala kami.”

Karena hubungan dan ikatannya yang luas dengan Tuhan, maka para kekasih Allah mampu mencapai puncak kesempurnaan tinggi yang tidak mampu dicapai oleh manusia biasa. Imam ‘Ali as merupakan salah satu kekasih Allah yang paling menonjol. Pada pembahasan awal telah kami sebutkan bahwa dalam buku berjudul Nahjul Balaghah, beliau dapat lebih baik dikenali. Kitab Nahjlul Balaghah yang bak sebuah sumber air yang jernih dan bening, dapat membuka harta karun berharga dan makrifat Ilahi dalam bagi kita.

Salah satu materi yang dalam Nahjul Balaghah dijelaskan dengan indah dan menarik adalah masalah ibadah serta perhatian terhadap zikir atau mengingat Tuhan. Pada prinsipnya, manusia memiliki pandangan yang berbeda dalam masalah ibadah. Sebagian besar orang memandang ibadah secara picik serta menganggapnya hanya sebagai pelaksanaan kewajiban atau bahkan transaksi dengan Tuhan. Sebagian memiliki pandangan yang arif dan bijak dalam masalah ibadah. Ibadah dalam Nahjul Balaghah dijelaskan secara apik, arif dan bijak.

Dalam pandangan Imam Ali as, ibadah merupakan tangga untuk naik mendekati Tuhan dan mi’raj ruhani ke arah pengenalan yang lebih jauh terhadap-Nya. Dengan kata lain, ibadah adalah perbuatan paling baik dan ungkapan syukur manusia kepada Tuhan pencipta alam semesta. Ali as menyatakan bahwa ibadah adalah mengingat Tuhan. Dan sekaitan dengan hal itu, beliau berkata, “Tuhan telah menjadikan dzikir akan diri-Nya sebagai penyinar hati. Lewat dzikir, jiwa dan hati bisa mendengar, melihat dan menjadi lemah lembut. Di saat tidak ada Nabi di tengah umat, Tuhan memiliki hamba yang dengan mereka Dia menyampaikan rahasia ilahi dan berbicara dengan akal mereka.”

Kemudian, Ali as menjelaskan berbagai keadaan dan kedudukan yang dimiliki para ahli ibadah. Imam Ali (as) berkata, “Malaikat-malaikat selalu menjaga mereka, ketenangan memenuhi hati mereka. Pintu-pintu malakuti terbuka bagi mereka. Kasih sayang Ilahi yang tak terbatas, tercurahkan untuk mereka. Allah SWT melihat kedudukan dan derajat yang mereka peroleh melalui penyembahan dan pengabdian, menyukai amal mereka dan memuji kedudukan mereka. Di saat mereka menyebut Tuhan, mereka mencium bau ampunan Ilahi dan merasakan terkoyaknya tirai gelap dosa-dosa.”

Dalam Islam, tertulis jelas bahwa ibadah menyatu dengan urusan keseharian. Sebagian ibadah dilakukan secara berkelompok dan memiliki faedah yang luar biasa. Ibadah yang bersifat pribadi juga telah diatur sedemikian rupa sehingga orang yang menjalankannya akan mengenal tugasnya di kehidupan ini. Misalnya shalat yang merupakan manifestasi penuh dari penyembahan dan ibadah, sebagian kewajibannya bersifat etika dan kemasyarakatan. Ibadah ini mengikat manusia dengan hal-hal kesucian, penghormatan hak orang lain, perhatian kepada waktu, dan kecintaan kepada hamba-hamba Tuhan yang mulia. Islam menilai semua pekerjaan sebagai ibadah berdasarkan niat suci yang baik dan benar.

Ali as menyatakan bahwa dunia ibadah penuh dengan kenikmatan dan sensasi. Kenikmatan ibadah tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi apapun. Ibadah penuh dengan semangat dan gelora. Menurut Ali as orang yang beruntung adalah orang yang dibuai oleh belaian ibadah dan munajat. Barangsiapa yang melangkahkan kaki dan bermunajat kepada Allah akan mendapatkan ketenangan, keyakinan hakiki dan memasuki dunia terang penuh cahaya tanpa ada kegelapan di dalamnya atau kekhawatiran. Dunia ini sangat menyenangkan dan penuh keindahan.

Imam Ali as dalam Nahjul Balaghah berkaitan dengan hal ini berkata, “Betapa beruntung dan berbahagia orang yang melaksanakan perintah Tuhannya. Tuhan menjadi penolong baginya dan memuji pekerjaannya. Kesulitan dan kesusahan ibarat bagai batu yang hancur lebur tergiling ketika ia menyingkirkan rasa kantuk di malam hari dan menyamarakkannya dengan ibadah malam. Mereka adalah sekelompok orang yang mengusir rasa kantuk karena ketakutan akan hari kiamat. Orang-orang ini bangkit dari tempat tidurnya dan bibir-bibir mereka bergerak pelan memanggil dan berdzikir kepada Tuhannya. Mereka adalah pasukan Allah, mereka adalah orang orang yang beruntung.”

Categories: AGAMA | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: