Ahmadinejad: Materialisme Sumber Semua Bencana

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan, semua masalah dalam masyarakat bermula dari ketidaksadaran manusia dan penetapan sisi materi dan kelezatan sebagai prinsip manusia.

Dalam Konferensi Internasional Penerbit Dunia Islam, Ahmadinejad hari ini (Ahad 20/6) menyatakan bahwa berdasarkan perspektif keliru seperti inilah sebagian masyarakat yang lebih kuat, jahat, arogan, pembohong, dan penipu, dinilai sebagai masyarakat yang lebih unggul.

“Pihak-pihak yang memfokuskan pada anti-agama dan anti-kemanusiaan dalam masyarakat serta berbuat kezaliman dan kejahatan, mereka sesungguhnya telah memutus hubungan dengan Allah swt dan sumber segala wujud serta memutuskan hubungan mereka dengan puncak kesempurnaan manusia,” tambah Ahmadinejad.

Menjelaskan bahwa dewasa ini kezaliman, penindasan, dan ketidakadilan di dunia telah meluas, Ahmadinejad menuturkan, “Para cendikiawan Islam dalam hal ini harus menggalakkan upaya yang lebih luas.”

Menurutnya, masalah terpenting dalam budaya dan pemikiran adalah manusia itu sendiri dan manajemen kemasyarakatan. Adapun pengkhidmatan terbaik bagi kemanusiaan dan masyarakat adalah upaya mengenalkan hakikat manusia dan penegakan keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat.

Di bagian lain pernyataannya, Ahmadinejad menegaskan, produksi dan publikasi budaya dan pemikiran merupakan “tugas langit” serta merupakan dua sayap gerakan manusia menuju budaya tertinggi.

Dalam budaya, masalah manusia dan manajemen masyarakat merupakan inti pembahasan, sehingga jika perspektif yang ada tidak manusiawi dan bukan ilahi, maka masyarakat terjerumus dalam kesesatan.

Propaganda Obama

Dosen Universitas Northwest Amerika menyinggung upaya para pejabat Amerika Serikat meratifikasi resolusi anti-Iran nomor 1929 seraya menyatakan, para politisi Amerika mengetahui bahwa mereka membayar mahal atas resolusi tersebut.

Elizabeth Howard dalam wawancara khususnya dengan IRNA menyatakan, “Tidak satu orang pun di Amerika Serikt yang yakin sanksi baru anti-Iran akan efektif menghentikan program nuklir Tehran.” Ditanya tentang ketidakpedulian Amerika Serikat terhadap Deklarasi Tehran dan berlanjutnya upaya Washington meningkatkan tekanan terhadap Iran, Elizabeth menjawab, “Sudah dapat diprediksikan Amerika akan mengajukan draf resolusi sanksi anti-Iran kepada Dewan Keamanan PBB untuk meningkatkan tekanan internasional dan pemberlakukan berbagai batasan terhadap Iran.”

“Amerika kemudian menunjukkannya sebagai sebuah keberhasilan diplomatik dalam menindak Iran,” jelas Elizabeth.

Lebih lanjut Elizabeth menjelaskan bahwa resolusi nomor 1929 sangat berbeda dengan tiga resolusi embargo yang diratifikasi pada era pemerintahan Bush. Yaitu bahwa resolusi kali ini semakin memperjelas perpecahan antaranggota Dewan Keamanan PBB. Semua pihak mengetahui bahwa Brazil, Turki, dan Lebanon tidak mendukung resolusi tersebut.

“Meski demikian, ratifikasi resolusi anti-Iran itu tetap dinilai sebagai sebuah keberhasilan bagi pemerintah Barack Obama yang harus membayar sangat mahal dalam hal ini,” tegas Elizabeth.

Menurutnya, bisa jadi untuk saat ini langkah tersebut merupakan kemenangan taktik untuk Amerika Serikat. Namun dalam jangka panjang Amerika Serikat akan membayar mahal akibat resolusi tersebut di Timur Tengah dan tingkat global.

Menyinggung pernyataan Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton tentang sanksi kali ini adalah yang terburuk di antara seluruh sanksi yang pernah dijatuhkan kepada Iran, Elizabeth mengatakan, “Saya tidak sependapat dengan Hillary Clinton. Karena tampaknya pernyataan tersebut tidak sesuai dengan sejumlah fakta khususnya di era perang Iran dan Irak. Pada masa itu, Iran sama sekali tidak memiliki perdagangan internasional maupun regional. Kondisi Iran saat itu adalah yang terburuk dibanding masa-masa lainnya.”

“Pemerintah Obama selalu menekankan poin ini bahwa sanksi tersebut lebih berat dibanding sanksi-sanksi anti-Iran lainnya. Namun pada kenyataannya, itu hanya perang propaganda saja. Bahkan pemerintah Obama sendiri tidak yakin sanksi tersebut dapat memaksa Iran mengubah sikapnya,” tutur Elizabeth.

Di akhir pernyataannya, Elizabeth menegaskan, “Kini saatnya bagi Obama untuk menyadari bahwa apa yang disebutnya sebagai sanksi terberat anti-Iran tidak akan berdampak terhadap Republik Islam Iran dan satu-satunya solusi adalah perubahan strategi Washington dalam menyikapi Tehran.” (IRIB/MZ/SL)

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: