Lintas Sejarah 19 Juni

Ali Syariati Gugur

Dr. Ali Syariati

Tanggal 19 Juni tahun 1977, Doktor Ali Syariati, seorang cendekiawan Iran kontemporer, gugur di London akibat dibunuh oleh agen rahasia rezim Shah Pahlevi. Ali Syariati dilahirkan pada tahun 1933 di Sabzewar, timur laut Iran.

Pada saat menuntut ilmu di bidang sastra Persia, Ali Syariati aktif dalam kegiatan politik menentang rezim Shah. Ia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Sorbonne Perancis hingga meraih gelar doktor di bidang sejarah agama-agama.

Setelah kembali ke Iran, Doktor Ali Syariati aktif memberikan ceramah-ceramah kepada kaum muda Iran yang membahas masalah keadilan, perlawanan terhadap kezaliman, dan masalah-masalah agama yang dikaitkan dengan situasi sosial zaman itu. Pidato-pidato Ali Syariati banyak memberikan pencerahan kepada para pemuda Iran dan dia menjadi salah satu penggerak revolusi Islam di Iran.

Pidato-pidato Syariati disampaikan di Husainiah Irsyad, sebuah gedung pertemuan yang menjadi pusat penyebaran pemikiran perjuangan Islam. Di gedung tersebut, cendikiawan-cendekiawan besar lainnya, seperti Murthada Mutahhari dan Syahid Bahunar juga aktif memberikan ceramah-ceramahnya. Dalam usianya yang pendek, Ali Syariati meninggalkan lebih dari 200 karya penulisan, di antaranya berjudul Islam dan Manusia, Sejarah Peradaban, dan Haji.

Maxmillian Tewas

Tanggal 19 Juni tahun 1867, Maxmillian, keturunan Austria yang menjadi raja di Meksiko, tewas dibunuh para pejuang kebebasan negara itu. Meksiko merdeka pada tahun 1821, namun negara itu masih terus dilanda kekacauan politik. Setelah Benito Juarez pada tahun 1855 menjadi presiden, ia melakukan kebijakan liberal dan sekularisasi gereja.

Akibatnya, kekuasaan gereja yang merupakan perpanjangan tangan imperialisme negara-negara Eropa menjadi berkurang dan hal ini menimbulkan kemarahan negara-negara Eropa, terutama Perancis. Pada tahun 1866, Perancis melantik kerajaan boneka di Meksiko dengan Maxmillian sebagai raja. Namun perjuangan kemerdekaan yang dilancarkan Benito Juarez mencapai hasil dengan dibunuhnya Maxmilian dan Benito Juarez kembali diangkat sebagai presiden.

Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran Dibentuk

Tanggal 19 Juni 1951, menyusul disahkannya UU Nasionalisasi minyak Iran, dibentuklah Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran yang terdiri dari para ahli di bidang perminyakan. Setelah dibentuknya dewan ini, Iran melepaskan diri dari segala urusan dengan perusahaan minyak Inggris yang sebelumnya menguasai perminyakan Iran.

Pemutusan hubungan ini diikuti dengan keluarnya 450 tenaga kerja asing dari Iran dan sebagai balasan, Inggris melancarkan ancaman militer serta berbagai upaya politik untuk menggagalkan upaya nasionalisasi minyak Iran tersebut. Hari pembentukan Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran hingga kini diperingati rakyat Iran sebagai “hari pemutusan hubungan dengan perusahaan minyak Inggris.”

Abu Muhammad Qasim Bin Ali Bashry Wafat

Tanggal 6 Rajab 516, Hijriah, Abu Muhammad Qasim Bin Ali Bashry, yang terkenal dengan nama Ibnu Hariry, seorang sastrawan dan penulis Iran yang bermukim di Bagdad, meninggal dunia.

Dia adalah penulis buku berjudul “Maqaamaat” yang merupakan buku bahasa yang hampir tidak ada bandingannya.

Categories: Hubungan Internasional, Kisah-Cerita, SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: