Lintas Sejarah 18 Juni

Sains Bukan Tuhan

Shihabuddin Suhrawardi Gugur Syahid
Tanggal 5 Rajab 578 Hijriah, Shihabuddin Suhrawardi, yang dijuluki Syaikh Asyraf, hakim dan filsuf besar Iran, gugur syahid. Suhrawardi karena kepintaran dan kekuatan hapalannya, dengan cepat menguasai berbagai ilmu keislaman, khusunya ilmu filsafat.

Dia juga melakukan perjalanan ke berbagai kota-kota Islam untuk belajar kepada ulama-ulama di kota-kota tersebut.
Suhrawardi kemudain mendirikan sebuah pusat pengajaran filsafat baru yang dinamai Asyraf.

Berlawanan dengan para filsuf pada zaman itu, dia berkeyakinan bahwa akal dan argumentasi tidak cukup untuk mencapai hakikat, melainkan harus ditambah dengan proses pencapaian sufistik. Pandangan filsafat dan sufisme Suhrawardi menimbulkan kemarahan para penentangnya dan dia kemudian ditangkap, lalu dibunuh.

Buku-buku karya Suhrawardi, di antaranya berjudul “Hikmatul Isyraq”, “Al-Mabda’ wal Ma’ad”, dan “Kitabul Talwiihat”.

Perang Waterloo Dimulai

Tanggal 18 Juni tahun 1815, dimulailah perang Waterloo yang merupakan perang terakhir antara Napoleon Bonaparte melawan negara-negara Eropa lainnya. Perang ini terjadi di sebuah desa bernama Waterloo di Belgia.

Pada saat itu, hujan yang sangat lebat menghalangi gerakan pasukan Perancis sehingga pasukan bantuan tidak sampai ke garis depan tepat pada waktunya. Akibatnya, Napoleon dan pasukannya kalah melawan tentara Prusia dan Inggris serta bertekuk lutut kepada negara-negara Sekutu. Setelah perang, Napoloen diasingkan ke pulau St. Helen dan akhirnya meninggal di sana.

Gail Godwin Lahir
Tanggal 18 Juni tahun 1937, Gail Godwin, seorang novelis terkenal asal AS, terlahir ke dunia di Alabama. Godwin menuntut ilmu d bidang jurnaslistik di University of North Carolina dan tahun 1966, ia meneruskan di Universitas Iowa untuk meraih gelar doktor di bidang sastra Inggris.

Thesis yang diajukan oleh Gail Godwin adalah sebuah novel berjudul The Perfectionist yang diterbitkan tahun 1970. Setelah itu, Godwin menjadi profesor di Universitas Illionis dan terus menulis novel hingga akhir hayatnya. Novelnya yang paling terkenal berjudul A Mother and Two Daughters yang terbit tahun 1981.

Republik Mesir Dideklarasikan

Tanggal 18 Juni 1953, sistem kerajaan di Mesir dibubarkan dan Republik Mesir dideklarasikan. Proses perubahan sistem pemerintahan Mesir dimulai ketika Mesir kalah dalam perang melawan Rezim Zionis tahun 1948 sehingga rakyat negara itu tidak lagi mempercayai pemerintahan Raja Faruq.

Di tengah situasi Mesir yang kacau tersebut, sekelompok tentara Mesir mendirikan organisasi rahasia yang menentang infiltrasi Inggris dan sistem kerajaan di Mesir. Organisasi ini pada tahun 1952 dengan dipimpin Jenderal Muhammad Najib dan Gamal Abdul Naser, mengadakan kudeta dan memaksa Raja Faruq, yang merupakan raja terakhir di Mesir, untuk mengundurkan diri dan dia beserta keluarganya diasingkan.

Setahun kemudian, Republik Mesir dideklarasikan dan Jenderal Muhammd Najib diangkat sebagai presiden pertama. Setahun kemudian, dia disingkirkan oleh Gamal Abdul Naser yang memerintah hingga tahun 1970.

Necmettin Erbakan Mundur

Tanggal 18 Juni tahun 1997, Necmettin Erbakan, perdana menteri Turki yang beraliran Islam, dipaksa mengundurkan diri oleh kekuatan militer negara tersebut.

Partai Kemakmuran di bawah kepemimpinan Erbakan dalam pemilu yang dipercepat bulan Desember 1994, berhasil meraih suara mayoritas dan membentuk kabinet aliansi. Namun, keberpihakan Erbakan kepada gerakan Islam, usahanya untuk memperluas hubungan dengan negara-negara Islam, serta penolakannya atas hubungan dengan Israel, menimbulkan penentangan dari kalangan militer.

Dewan Keamanan Nasional Turki yang dikuasai oleh militer pada bulan Februari 1997 mengeluarkan surat perintah kepada Erbakan untuk menumpas gerakan keislaman di negara itu. Surat perintah ini membuat Erbakan akhirnya terpaksa mengundurkan diri dan beberapa waktu kemudian dia diadili dan dijatuhi hukuman larangan untuk aktif dalam kegiatan politik selama 5 tahun. Selain itu, Partai Kemakmuran pimpinan Erbakan pun dibubarkan.

Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq Gugur Syahid

Tanggal 5 Rajab 244 Hijriah, Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq yang terkenal dengan nama Ibnu Sukait” ilmuwan dan ahli bahasa terkemuka muslim, gugur syahid akibat dibunuh oleh salah satu penguasa Dinasti Abasiah. Dia dilahirkan di Khuzestan di barat daya Iran dan kemudian bersama keluarganya pergi ke Baghdad.

Di sana, ia belajar kepada ulama-ulama terkemuka pada zaman itu. Ketermasyhuran Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq menyebabkan khalifah Mutawakil memintanya untuk mengajar anaknya. Namun, karena Ibnu Sukait mengajarkan kecintaan terhadap Ahlul Bait Rasulullah, khalifah Mutawakil akhirnya membunuhnya.

Ibnu Sukait meninggalkan lebih dari 20 jilid buku yang di antaranya berjudul “Islahul Mantiq” dan sebuah buku kumpulan syair.

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: