Jangan Ekstrim Beribadah!

Ibadah merupakan kebutuhan utama manusia. Kebutuhan internal tersebut terpenuhi melalui ibadah. Kepada Allah swt, kita mengerjakan shalat serta melakukan ruku dan sujud. Kita menyadari bahwa Allah swt adalah Zat yang jauh dari kekurangan. Selain itu, kita juga menyadari bahwa pujian mutlak hanyak diperuntukkan kepada Allah swt dan ibadah merupakan salah satu prinsip utama ajaran para nabi. Bahkan semua nabi senantiasa menekankan ibadah. Kriteria ibadah Islam berkaitan erat dengan filsafat dan tujuan penciptaan alam semesta. Dari sisi ini, ibadah mempunyai pengaruh besar dalam perubahan diri manusia dan kecenderungannya ke arah kesucian.

Sebagian ibadah Islam seperti shalat berjamaah dan shalat Jumat dilakukan secara kolektif. Selain itu, Islam menuntun ibadah-ibadah individu yang tidak terlepas dengan sejumlah tugas dan tanggungjawab kehidupan. Misalnya, shalat sebagai simbol penghambaan manusia kepada Allah swt yang memilki aturan dan tata cara sendiri. Bahkan, ketika melakukan shalat, seseorang secara otomatis dituntut memperhatikan sejumlah tatakrama moral dan sosial seperti kebersihan, tepat waktu dan menghormati hak orang lain. Pendiri sholat mengikat komitmen perdamaian dan salam kepada orang-orang yang saleh,

Ibadah selain menjaga rasa penghambaan dan penyembahan, memberikan pengaruh besar dalam keseimbangan spiritual dan mental. Shalat selain merupakan ibadah konstruktif, juga merupakan sarana untuk kesehatan tubuh dan spirit manusia. Dari sisi inilah Imam Ali as. berkata,”Setelah keimanan kepada Allah, tidak ada sesuatu yang melampaui shalat”. Rasulullah saw bersabda, “Shalat seperti mata air di sebuah rumah. Manusia pun menyucikan dirinya di mata air tersebut selama lima kali dalam sehari”.

Meski demikian, ibadah dan penyembahan mempunyai bentuk beraneka-ragam dalam berbagai agama dan mazhab. Sebagian ibadah berbentuk verbal, dan sebagian lain berbentuk gerak tubuh seperti sujud dan ruku serta puasa. Sebagian ibadah juga berupa perenungan dan spiritual. Dari perenungan yang menumbuhkan sumber pengetahuan dan kesadaran serta menciptakan perubahan dalam diri manusia, akan disadari bentuk ibadah yang terbaik. Rasulullah bersabda, “Satu jam merenung lebih baik dari ibadah 70 tahun”. Secara umum, ibadah dalam pandangan Islam adalah segala perbuatan baik yang dibarengi dengan motivasi ilahi. Dengan demikian, belajar, bekerja, aktivitas sosial dan perhatian terhadap keluarga juga termasuk ibadah.

Pengetahuan dan kesadaran adalah poin penting dalam beribadah. Jika ibadah tidak disertai dengan hati nurani dan kesadaran, maka itu akan membuat manusia terjerembab dalam kejumudan. Sebagai contoh, Khawarij adalah kelompok bodoh pada masa kehidupan Imam Ali as. Dengan kebodohan kelompok tersebut bermunculan penyimpangan dan pelanggaran terhadap Islam. Mereka tidak tergoda dengan keindahan dunia bahkan selalu menyibukkan diri dengan ibadah pada malam hari. Namun pada saat yang sama, mereka tidak memahami komprehensifitas ajaran Islam. Dengan demikian, peyimpangan tersebut malah merusak umat Islam.

Ibnu Muljam, salah seorang manusia yang buta mata hatinya dan kering pikirannya, tega membunuh manusia sempurna seperti Imam Ali bin Ali Thalib. Imam Ali menyebut kelompok bodoh ini dengan sebutan sebagai kelompok radikal yang kosong dari pemikiran dan perasaan. Kelompok tersebut harus mendapat pendidikan, bimbingan etika Islam dan budaya Islam yang sebenarnya.

Anjuran manusia-manusia sempurna senantiasa menekankan supaya menjauh ibadah ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Manusia tidak boleh terlalu berlebihan dalam beribadah dan tidak boleh meremehkan ibadah. Dengan cara itu, spirit keceriaan dan kecenderungan untuk ibadah dan urusan-urusan kehidupan lainnya dapat berjalan setera dan imbang.

Pada suatu hari, para sahabat memberitahu Rasulullah saw bahwa ada sekelompok pengikutnya yang terjebak dalam ibadah total. Mendengar hal itu, Rasulullah dengan rasa kecewa mendatangi masjid, tempat sekelompok sahabat yang menyibukkan ibadah mereka secara total. Setiba di masjid tersebut, Rasulullah saw bersabda, “Mau jadi apakah kelompok ini? Saya adalah nabi kalian, tapi tidak melakukan hal yang seperti kalian lakukan. Saya sama sekali tidak pernah beribadah dari malam hingga pagi, tapi tetap menyisahkan waktu untuk beristirahat pada malam hari. Saya tidak berpuasa setiap hari. Saya tetap memberikan perhatian kepada keluarga. Siapapun yang beribadah total dan ekstrim bukanlah dari golonganku.”

Menurut Islam, ibadah merupakan perilaku untuk mendekatkan diri kepada Allah saw. Ibadah menumbuhkan kesadaran dan memberikan arahan bagi manusia sehingga tidak terjebak dalam kelalaian. Melalui ibadah, manusia mencapai sebuah kesempurnaan sejati. Dengan ungkapan lain, ibadah yang berlandaskan kesadaran dan makrifah adalah pembimbing manusia serta penopang akhlak dan takwa.

Ibadah sholat dapat diibaratkan seperti batu kimia yang konstruktif dan penawar hati. Akan tetapi shalat dapat berpengaruh mendorong manusia ke arah kesempurnaan saat dia menyadari tengah menghadap Allah swt Yang Maha Hidup, Maha Bijaksana dan Maha Besar. Terkait hal ini, Allah swt dalam al-Quran berfirman, “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.”

Pada suatu hari, Rasulullah saw masuk masjid. Di masjid tersebut ada dua kelompok. Satu kelompok tengah menyibukkan diri mereka dengan ibadah, sedangkan kelompok lainnya sibuk dengan diskusi. Kemudian, Rasulullah saw menghadap ke kedua kelompok tersebut dan bersabda, “Kedua kelompok sama-sama melakukan perbuatan baik. Akan tetapi saya diutus untuk mendidik dan membimbing manusia.” Setelah itu, Rasulullah saw duduk bersama kelompok yang tengah berdiskusi.

Seseorang yang beribadah berlandaskan kecintaan dan makrifat, akan merasakan manisnya pendekatan diri kepada Allah swt. Dalam kondisi seperti ini, ia dengan senang hati akan mengikuti perintah dan larangan Allah swt tanpa beban sedikitpun.

Categories: AGAMA | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: