Iran Tanggapi Resolusi DK PBB

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran mengeluarkan sebuah statemen yang mereaksi keras resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini terhadap Iran.

“Berbeda dengan semua harapan, resolusi ini difokuskan pada program nuklir Iran tanpa banyak berkomentar tentang aksi kriminal rezim Zionis Israel dan serangan mereka terhadap konvoi Armada Kebebasan yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza,” demikian bunyi statemen tersebut.

“Resolusi juga secara berani mengabaikan 11 proposal yang diajukan Iran selama berlangsungnya Konferensi Revisi Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) di New York, yang telah diterima oleh negara-negara dunia,” tambahnya.

“Dewan Keamanan telah memperumit masalah dengan penerapan resolusi meski Iran melakukan kerjasama konstruktif dan berbagai laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengakui misi damai program nuklir Iran,” katanya.

Menurut Tehran, resolusi dibangun atas “tuduhan-tuduhan tak berdasar” dan mengabaikan langkah-langkah positif yang diambil Iran seperti Deklarasi Tehran yang mengatur pertukaran uranium untuk kebutuhan reakor riset Tehran.

“Ini jelas menunjukkan komitmen Amerika Serikat untuk keamanan Israel dan tidak mengizinkan Dewan Keamanan PBB memenuhi kewajibannya terkait keamanan dan hak negara-negara dunia,” kata pernyataan itu.

Iran mengatakan bahwa campur tangan Dewan Keamanan dalam kasus nuklir Tehran sejak awal adalah tindakan yang ilegal, karena melanggar hak asasi manusia dan ketentuan IAEA.

“Republik Islam Iran akan menanggapi setiap upaya yang melanggar hak-hak legal dan sah bangsa Iran,” pernyataan itu menambahkan.

Pada tanggal 9 Juni lalu, Iran menghadapi sanksi keempat atas aktivitas nuklir damainya setelah 12 negara anggota Dewan Keamanan PBB memberikan suara mendukung resolusi yang diusulkan AS.

Statemen yang diterbitkan secara resmi pada hari Jum’at ini (18/6) sebagai jawaban atas resolusi 1929 yang disahkan Dewan Keamanan PBB tanggal 9 Juni 2010 menyebutkan bahwa masuknya Dewan Keamanan ke pembahasan program nuklir Iran yang bertujuan damai adalah langkah yang tidak sah, illegal, bertentangan dengan pasal 39 Piagam PBB dan berlawanan dengan semua aturan PBB dan traktat Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Karena itu, Iran mendesak DK PBB agar mengambil tindakan segera untuk menutupi kesalahan ini.

Statemen pemerintah Iran ini menegaskan, tuduhan tentang penyimpangan dalam program nuklir Iran tidak pernah bisa dibuktikan. Tak hanya itu, sehari sebelum DK PBB mengeluarkan resolusi, Dirjen IAEA dalam sebuah laporannya untuk ke-22 kalinya mengukuhkan secara transparan bahwa tidak ada penyimpangan dalam program nuklir Iran.

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dalam statemennya mengkritik keras ketidakjujuran Presiden AS dalam menyikapi Deklarasi Tehran yang disusun kurang dari satu bulan sebelum resolusi DK PBB disahkan. Deklarasi Tehran yang ditandatangani Menlu Iran, Turki dan Brazil menekankan kerjasama di bidang nuklir sipil dan menolak perlakuan yang menistakan hak bangsa-bangsa lain.

Tak lupa statemen ini juga menyinggung serangan pasukan komando Rezim Zionis Israel terhadap konvoi kapal Freedom Flotilla yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. “DK PBB tidak bisa menjadi lembaga rujukan yang semestinya untuk menjamin keamanan dan hak bangsa-bangsa di dunia. Selama AS yang merasa bertanggung jawab untuk menjamin keamanan Rezim Zionis dan membela kejahatan-kejahatannya, DK tidak akan pernah bisa merilis resolusi yang mengecam kejahatan Israel,” tegas statemen ini.

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menekankan bahwa sikap AS yang ngotot untuk melanjutkan sepak terjangnya yang salah, penuh biaya dan tak ada gunanya ini menunjukkan bahwa DK PBB adalah lembaga yang tidak adil. Karena itulah, tekad bangsa-bangsa di dunia telah semakin bulat untuk menciptakan tatanan hubungan yang adil dalam pergaulan internasional.

Di akhir statemen, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menyatakan kembali bahwa Republik Islam Iran tetap mendukung pelaksanaan Deklarasi Tehran dan meyakininya sebagai peluang yang baik untuk memupuk kerjasama antara negara-negara independen menghadapi kerakusan dan ambisi pihak-pihak tertentu. Bagi Iran, Deklarasi Tehran adalam pintu menuju ke arah kerjasama yang lebih erat untuk perdamaian, keadilan dan kesejahteraan.

(IRIB/RM/AHF)

Categories: Hubungan Internasional | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: