Lintas Sejarah 13 Juni

Arthur Griffith

Organisasi Sinn Fein Didirikan

Tanggal 13 Juni tahun 1906, organisasi Sinn Fein, sebuah sayap politik dari tentara Republik Irlandia dideklarasikan. Organisasi itu dibuat untuk memfasilitasi perjuangan warga Kepulauan Irlandia yang menginginkan kemerdekaan Inggris itu. Pelopor pembentukan Sinn Fein, Arthur Griffith, awalnya memimpin organisasi tersebut melakukan berbagai operasi anti Inggris. Setelah melakukan berbagai tindakan perlawanan secara terus-menerus, Sinn Fein akhirnya berhasil membawa warga Irlandia selatan meraih kemerdekaan pada tahun 1921.
Setelah itu, Sinn Fein meneruskan perjuangan diplomatiknya untuk mempersatukan kawasan Irlandia utara dan selatan, yang saat itu masih dikuasai Inggris. Setelah dua tahun melakukan perundingan alot dengan pemerintah Inggris serta kelompok Protestan Irlandia pendukung London, para pemimpin Sinn Fein akhirnya menandatangani perjanjian damai dengan para pejabat Inggris. Dalam perjanjian damai tersebut disepakati berdirinya Negara Irlandia Utara yang bersatus otonom. Akan tetapi, meskipun sudah ada kesepakatan damai, Irlandia utara hingga kini tetap menjadi kawasan sengketa antara pemerintah Inggris dan warga setempat.

Perlawanan Pertama Bangsa Palestina

Tanggal 13 Juni tahun 1921, untuk pertama kalinya warga Palestina melakukan perlawanan bersenjata terhadap pemerintah kolonial Inggris. Perlawanan yang berlangsung di tahun-tahun pertama kolonialisme Inggris tersebut menunjukkan adanya reaksi keras warga Palestina atas berbagai politik yang dijalankan Inggris di kawasan itu. Sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Balfour, Inggris menyatakan diri sebagai pendukung utama para pemukim Yahudi di kawasan Palestina hingga terbentuknya sebuah negara Israel Raya di sana. Sejak perjanjian Balfour itu diimplementasikan, jumlah warga Yahudi di kawasan Palestina meningkat secara pesat dari sekitar 35.000 orang pada tahun 1923 menjadi lebih dari 600.000 pada akhir tahun 40-an. Dengan demikian, menjelang didirikannya negara ilegal Israel pada tahun 1948, jumlah warga Yahudi di kawasan Palestina menjadi 1/3 dari jumlah keseluruhan warga yang menempati Bumi Palestina.

Rudal dari Darat ke Darat Digunakan dalam Perang

Tanggal 13 Juni tahun 1944, untuk pertama kalinya rudal darat jarak jauh dipergunakan dalam Perang Dunia Kedua. Rudal yang diberi nama V-1 tersebut ditembakkan oleh tentara Nazi Jerman dengan sasaran kawasan Inggris. Sebelumnya, Jerman membombardir kawasan Inggris dengan rudal-rudal yang ditembakkan dari pesawat-pesawat tempur. Operasi seperti ini jelas lebih beresiko bagi tentara Jerman sekaligus menghabiskan biaya yang lebih besar. Untuk itulah tentara Jerman akhirnya berupaya memproduksi rudal dari darat ke darat tersebut. Setelah perang selesai, negara-negara dunia meniru dan mengembangkan jenis rudal ini.

Sumber : disini

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: