Pandangan Sayyid ali Khamenei (Rahbar): Zionisme wajah Baru Fasisme

Krisis kemanusiaan Palestina yang dimulai sejak pendudukan wilayah ini oleh Rezim Zionis Israel pada tahun 1948 menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah berbagai negara, terutama dunia Islam. Meski rezim Zionis dan antek-anteknya berupaya mengalihkan masalah ini, namun para pejuang Palestina terutama Intifadah Palestina dengan dukungan umat Islam menyebabkan masalah Palestina senantiasa menjadi problem utama dunia Islam.

Terkait urgensi masalah Palestina, Rahbar, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, “Kini, tidak ada yang lebih penting dalam kehidupan umat Islam, selain masalah Palestina. Ini adalah musibah terbesar yang menimpa muslim dalam beberapa dekade terakhir. Karena Musuh-musuh dunia Islam menghancurkan sebagian rumah muslim dan menyerang barisan umat Islam.”

Peristiwa yang terjadi baru-baru ini, membuat masalah Palestina menjadi pusat perhatian publik dunia melebihi sebelumnya. Serangan pasukan komando rezim Zionis ke konvoi kapal bantuan kemanusiaan Gaza, Freedom Flotilla menjadi bulan-bulanan kecaman masyarakat dunia. Serangan Israel ke kapal Mavi Marmara di perairan internasional menewaskan 20 orang aktivis kemanusiaan dan menciderai puluhan lainnya. Terkait serangan tersebut, Rahbar menyatakan, konvoi bantuan kemanusiaan untuk Gaza sebenarnya adalah wakil opini publik internasional dan rasa kemanusiaan di seluruh penjuru dunia. Beliau menegaskan, “Perompakan ini menunjukkan kepada dunia bahwa Zionisme dengan wajah barunya lebih brutal dari fasisme. Sayangnya rezim ini didukung sejumlah negara yang mengklaim sebagai pembela hak asasi manusia, terutama Amerika Serikat.”

Pembajakan kapal bantuan kemanusiaan dan teror terhadap warga Palestina selama bertahun-tahun terakhir menunjukkan wajah asli Zionisme sebagai fasisme baru. Kini, pembantaian yang dilakukan rezim Zionis terhadap sejumlah aktivis kemanusiaan dari berbagai negara membuka mata dunia mengenai kejahatan rezim agresor ini.

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza memuncak setelah Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) memenangkan pemilu legislatif yang digelar secara demokratis pada tahun 2006. Sejak itu, tekanan rezim Zionis dan negara-negara Barat yang mendukungnya menutup seluruh perbatasan ke arah Gaza dan menerapkan blokade ekonomi di wilayah sempit yang dihuni 1,5 juta jiwa itu. Mengenai penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza, Ayatullah Khamenei mengungkapkan, “1,5 juta orang diblokade selama tiga tahun; mereka tidak diberi akses obat-obatan, bahan makanan, air minum, bahan bakar pembangkit listrik diputus, begitu juga masuknya semen untuk merekonstruksi bangunan yang hancur akibat perang.” Rahbar menyebut sepak terjang rezim Zionis yang mendapat dukungan dari sejumlah negara Barat tersebut sebagai kejahatan anti kemanusiaan.

Serangan rezim Zionis ke Jalur Gaza yang terjadi di hari-hari terakhir tahun 2008 mendapat perlawanan sengit dari muqawama bangsa Palestina. Akhirnya, setelah 22 hari berperang, rezim Zionis menghentikan perang secara sepihak tanpa membuahkan hasil apapun. Terkait perjuangan Hamas, Rahbar mengungkapkan, “Sejatinya, rakyat Palestina, rakyat gaza, nama mereka akan dikenang abadi sebagai bangsa paling tangguh dalam sejarah.” Ayatullah Khamenei menegaskan, masalah Gaza bukan hanya masalah sepetak tanah, namun problem kemanusiaan sekaligus parameter komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.

Rahbar dalam pesannya kepada Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, menyatakan, “Jihad kalian hari ini telah berhasil membongkar kebusukan Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan antek-anteknya, serta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan kaum munafik di tubuh umat Islam dunia.” Maksud beliau soal kaum munafik di tubuh umat Islam adalah sejumlah negara Arab yang mendukung Palestina dari luar, tapi bekerjasama dengan rezim Zionis dan menghancurkan bangsa Palestina.

Rahbar dalam pesan terbarunya mengenai perompakan yang dilakukan pasukan komando angkatan laut rezim Zionis terhadap konvoi bantuan kemanusiaan untuk Gaza, menilai aksi brutal Israel sebagai tanda keputusasaan rezim agresor ini. Dalam khutbah Jumat Tehran pekan lalu, Ayatullah Khamenei mengungkapkan, “Sesuai sunatullah, nasib sial para penindas semakin dekat. Serangan Israel ke Lebanon dan Gaza berapa tahun lalu merupakan aksi gila yang semakin mendekatkan rezim agresor ini diambang kehancuran. Perompakan kapal bantuan kemanusiaan Gaza di perairan internasional merupakan tindakan gila lainnya.” Reaksi kecaman berbagai negara dunia terhadap aksi brutal rezim Zionis menyerang aktivis kemanusiaan dan membajak kapalnya menunjukkan esensi anti kemanusiaan Zionis melebihi sebelumnya.

Poin yang menjadi perhatian Rahbar adalah kelanjutan pengiriman kapal bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Beliau menuturkan, “Upaya cemerlang konvoi bantuan kemanusiaan Gaza harus dilakukan berulang kali dalam berbagai bentuk. Rezim agresor Israel dan antek-anteknya terutama Amerika Serikat dan Inggris menyadari kekuatan tekad tak terkalahkan dan hati nurani publik dunia terhadap kejahatan Israel.”

Saat ini, berbagai negara dunia termasuk Iran siap mengirimkan bantuan kapal kemanusiaan untuk menyuplai kebutuhan pangan dan obat-obatan bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Ditegaskannya, gelombang perlawanan terhadap rezim Zionis terus-menerus berkobar. Menyusul perompakan kapal Freedom Flotilla, beberapa hari lalu rezim Zionis juga membajak kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Rachel Corrie.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai muqawama sebagai satu-satunya solusi untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman rezim Zionis. Muqawama Lebanon dan Palestina hingga kini membuahkan hasil signifikan, dan berdampak kekalahan telak bagi Israel melebihi sebelumnya. Rahbar mengungkapkan, “Tidak ada Solusi Quds, solusi Palestina dan jalan penyelamatan Palestina kecuali muqawama.” Beliau menyerukan umat Islam bahu-membahu membantu bangsa Palestina. Ditegaskannya, Pembelaan terhadap perjuangan Islam Palestina adalah kewajiban dan bentuk dari implementasi jihad pertahanan yang ditegaskan dalam fiqih Islam.

Beliau menyebut bantuan terhadap bangsa Palestina sebagai kewajiban seluruh manusia merdeka. Rahbar menekankan, “Seluruh bangsa dunia bertanggungjawab atas Palestina; baik negara muslim maupun non muslim. Setiap negara yang mengklaim sebagai pendukung kemanusiaan harus bertanggungjawab dalam hal ini. Lebih dari itu semua, kewajiban umat Islam lebih besar dari yang lain.”

Dalam pandangan Rahbar, tawakal kepada Allah Swt menjamin kemenangan dan solusi bagi bangsa Palestina. Inilah syarat sebuah perlawanan. Pada beberapa dekade terakhir, kemenangan Revolusi Islam Iran, capaian muqawama Islam Lebanon dan kelanjutan Intifadah rakyat Palestina merupakan tiga contoh keberhasilan bergantung hanya kepada Allah Swt. Terkait Intifadah Palestina, Rahbar mengungkapkan, bagi bangsa Palestina, selama bertahun-tahun dimulainya Intifadah dan muqawama riil merupakan fenomena unik.

Umat manusia menyaksikan berbagai musibah yang dialami bangsa Palestina di Gaza, dengan seluruh kepedihannya, tekanan dalam perang 22 hari, setelah maupun sebelumnya, namun rakyat tetap tegar seperti gunung yang berdiri kokoh. Dengan memperhatikan bantuan ilahi ini, Rahbar memberikan harapan cerah bagi bangsa Palestina, seraya menuturkan, “Saudara dan saudari Palestina, yakinlah kepada Allah Swt, percayalah pada diri kalian, maka kalian akan menang.”

Sumber: disini

Categories: Hubungan Internasional | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: