Lintas Sejarah 10 Juni

Galileo Menemukan Cincin Planet Saturnus

Tanggal 10 Juni tahun 1610, ilmuwan Italia, Galileo Galilei dengan teleskop buatannya sendiri, berhasil melihat sesuatu benda yang mengelilingi planet Saturnus. Dalam makalahnya, Galileo menulis, kemungkinan Saturnus memiliki semacam lengan yang secara periodik muncul, lalu kembali menghilang. Teka-teki ini akhirnya terjawab ketika astronomi Belanda, Christiaan Huygens dengan menggunakan teleskop yang lebih modern menemukan bahwa yang dilihat oleh Galileo tersebut adalah cincin yang mengelilingi planet Saturnus.
Hingga saat ini komposisi dari cincin Saturnus masih belum diketahui dengan pasti, namun yang jelas, mengandung banyak air. Adanya cincin yang mengelilingi Saturnus membuat planet ini menjadi planet terindah dalam sistem tata surya. Saturnus merupakan planet ke-enam dari matahari, planet kedua terbesar dalam tata surya, dan planet yang memiliki satelit atau bulan terbanyak. Hingga kini, telah ditemukan adanya 18 satelit pada planet Saturnus.

Romawi Menyerang Iran

Tanggal 10 Juni tahun 110, setelah terjalinnya perdamaian selama lima puluh tahun antara dua imperium besar, Iran dan Romawi, atas perintah Kaisar Trajan, para tentara imperium ini menyerang Armenia, yang saat itu merupakan wilayah bagian barat laut milik Iran. Setelah dua tahun berjuang mempertahankan wilayah itu, akhirnya tentara Iran terpaksa mundur. Raja Iran saat itu, yaitu Raja Khusrou dari Dinasti Ashkania dengan membangkitkan semangat rakyat Armenia untuk memihak Iran, akhirnya berhasil merebut kembali wilayah tersebut. Namun kini Armenia menjadi sebuah negara independen yang terpisah dari Iran.

Inggris Menyerang Malaya

Tanggal 10 Juni tahun 1790, tentara Inggris menyerang semenanjung Malaya yang saat itu berada di bawah pendudukan Belanda. Sebelumnya, semenanjung Malaya, yang kini merupakan bagian dari negara Malaysia, telah dijajah dan dikuras kekayaan alamnya oleh Belanda. Secara bertahap, Inggris melakukan infiltrasi ke Malaya dan dengan melancarkan serangan militer, akhirnya berhasil memukul mundur Belanda dari wilayah itu.
Pada tahun 1824, Inggris dan Belanda menandatangani perjanjian, yang berisi penyerahan Malaya kepada Inggris dan sebaliknya, Inggris berjanji tidak mengutak-atik kolonialisasi Belanda atas Indonesia. Malaysia akhirnya merdeka pada tahun 1957, 12 tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Perang Enam Hari Arab-Israel Berakhir

Tanggal 10 Juni 1967, perang enam hari Arab-Israel berakhir dengan gencatan senjata yang dimediatori oleh PBB. Dalam usahanya untuk memperluas wilayah, rezim Zionis menyerang Mesir. Mesir melawan serangan Zionis ini dengan dukungan Syria, Yordania, Irak, Kuwait, dan Aljazair. Namun, hanya dalam dua hari sejak dimulainya perang, pasukan Israel berhasil merebut kota Yerusalem dari Yordania.
Menjelang berakhirnya pertempuran, pasukan Israel telah menduduki seluruh tanah Palestina, termasuk Jerusalem Timur, Jalur Gaza, dan Tepi Barat, Semenanjung Sinai milik Mesir, dan Dataran Tinggi Golan milik Syria. Dengan demikian, wilayah yang diduduki Israel telah bertambah hampir empat kali lipat dari wilayah yang semula diserahkan kepadanya dalam Rencana Pembagian PBB tahun 1947.

Hafez Al-Asad Meninggal Dunia

Tanggal 10 Juni tahun 2000, Hafez Al-Asad, yang saat itu menjabat sebagai presiden Syria, meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Hafez Al-Asad lahir pada tahun 1930. Pada tahun 1964, ia diangkat sebagai komandan angkatan udara Syria dan tiga tahun kemudian diangkat sebagai menteri pertahanan. Pada tahun 1970, Hafez Al-Asad melancarkan kudeta terhadap pemerintahan Syria saat itu dan berhasil merebut kekuasaan.
Setahun kemudian, Al-Asad mengadakan referendum yang hasilnya mengesahkan kedudukannya sebagai Presiden. Jabatan itu dipegangnya sampai akhir hayatnya. Pada era Perang Arab-Isarel tahun 1967, ketika Hafez menjabat sebagai Menteri Pertahanan, tentara Zionis menduduki dataran tinggi Golan. Setelah menjadi presiden, Al-Asad kemudian memperkuat militernya sehingga pada tahun 1973, sebagian dari wilayah itu berhasil direbut kembali oleh Syria. Salah satu keistimewaan utama kepemimpinan Al-Asad adalah penolakannya untuk berdamai dengan Zionis.

Haji Mirza Husain Nuri Tabrisi Wafat

Tanggal 27 Jumadits-Tsani tahun 1320 Hijriah, Haji Mirza Husain Nuri tabrisi, seorang ulama muslim Iran, meninggal dunia. Ulama ini sangat utama dalam ibadah, ketakwaan, kehati-hatian, dan penyucian jiwa. Beliau banyak meninggalkan karya penulisan di bidang ilmu hadis, tafsir Quran, dan penjelasan mengenai ulama-ulama Islam. Semua itu ditulisnya degan penuh ketelitian dan kekhasan. Beliau juga menulis mengenai Ahlul Bait Rasulullah SAWW. Di antara karya beliau yang paling terkenal adalah “Mustadrak Wasail” yang berisi catatan kehidupan ulama-ulama besar muslim.

Mirza Abul Hasan Azarbaijani Mishkini Wafat

Tanggal 27 Jumadits-Tsani tahun 1358 Hijriah, Mirza Abul Hasan Azarbaijani Mishkini, seorang ulama Iran, meninggal dunia di kota Baghdad. Sejak masa mudanya, Mirza Mishkini telah menuntut ilmu kepada ulama-ulama besar sampai akhirnya beliau sendiri menjadi salah satu di atara ulama-ulama besar zaman itu. Beliau sangat menguasai ilmu fiqih, ushul fiqih, dan tafsir Quran. Di antara karya-karya Mirza Mishkini adalah sebuah buku tafsir atas kitab “Makasib” karya Syaikh Murtadha Anshari.

Sumber : disini

Categories: SEJARAH | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: