Primbon Cinta

Janganlah bersedih dan berduka! Karena hilangnya kehangatan cinta suami-istri, atau karena belum punya pasangan hidup, atau karena diputus cintanya.
Dalam hal ini Islam memberi solusi yang terbaik. Jangan pergi ke dukun atau ke orang pinter, karena Islam melarangnya.
Tidak jarang karena kesibukan suami atau istri, kehangatan cinta menjadi terganggu. Bahkan kadang-kadang berujung pada percekcokan dan perceraian. Jangan bersedih dan jangan khawatir, Islam akan memberi solusi yang terbaik.
Kunci utamanya satu: keyakinan yang kuat dan niat yang baik.
Pasang niat yang baik, tanamkan keyakinan yang kuat dalam hati, tawakkal kepada Allah swt. Kemudian lakukan secara istiqamah kiat-kiat berikut ini:
Bacalah Ayat Kursi dengan menghadap ke kiblat, selama tujuh hari. Setiap hari 21 kali, saat terbit fajar, sebelum berbicara dengan siapapun. Sebutkan nama lengkap orang yang diharapkan cintanya di antara dua ‘ayn pada kalimat: Yasyfa’u ….’indahu. Kemudian lanjutkan dan sempurnakan bacaan ayat kursi.
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللهُ لاَ اِلَهَ إِلاَّ هُوُ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. لاَتَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ. مَن ذَاالَّذِي يَشْفَعُ …. عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ. يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ. وَلاَ يُخِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِن عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَاشَآءَ. وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ. وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا. وَهُو الْعَلِيُّ الْعَظِيْم
Allâhu lâilâha illâ Huwa. Al-Hayyul Qayyûm. Lâ ta’khudzuhu sinatuw wa lâ naum. Lahû mâ fis samâwâti wa mâ fil ardhi. Man dzal ladzî yasyfa`u …. `indahu illâ biidznih. Ya`lamu mâ bayna aydîhim. Wa mâ khalfahum wa lâ yuhîthûna bisyay-in(m) min `ilmihi illâ bimâsyâ’. Wasi`a kursiyyuhus samâwâti wal ardhi. Wa lâ yu’duhû hifzhuhumâ. Wa Huwal `Aliyyul `Azhîm.
Cara doa ini diriwayatkan dari Imam Ali bin Abi Thalib (sa). Telah terbukti keampuhannya dengan syarat untuk mencari ridha Allah swt, bukan untuk kemaksiatan dan dosa. (Mujarrabat Imamiyah: 98). Disebutkan juga dalam kitab Manhâjul ‘Arifîn.
Categories: DOA | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: