Iblis Menggugat Tuhan (The Madness of God)

Shawni
Genre Fiction – Philosophy

Siang malam aku tidak henti-hentinya bersujud dan menyembah-Mu, segala puji bagimu kulantunkan. Maha besar engkau, maha suci engkau. Engkaulah sang pencipta. Tapi sejak hari itu tiba, engkau seolah mengesampingkan diriku. Menganak-tirikan aku. Engkau sibuk dengan ciptaan barumu, memujinya bahkan memuliakannya walau dia sendiri tidak taat kepadamu. Bukan maksudku menyombangkan ketaatanku kepada-Mu. Tetapi setidaknya itulah yang kulakukan untukMu sebelum hari itu tiba, bahkan hingga kiamatpun kuselalu akan mengabdi kepadamu.

Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun! Tak ada tempat tersisa di langit dan bumi di mana aku tak menyembah-Nya. Setiap hari aku berkata pada-Nya, “Ya Allah, anak keturunan Adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku, yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat menjadi hina dan buruk rupa.

Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. Aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri.*(THE MADNESS OF GOD)

Akan tetapi sekarang engkau telah mengutukku, engkau telah melaknatku dan menjanjikan neraka terdalam bagiku. Apa salahku. Sebegitu hinakah diriku? Ku tahu engkau telah menciptakanku dari api, sedangkan mereka engkau ciptakan dari tanah, secara kimiawi merupakan benda hanya bergantung pada iklim, beda iklim beda ciri khas tanahnya. Sedangkan saya api sebuah sumber energi yang hebat dan tangguh.tapi kenapa engkau lebih memuliakan dia yang jelas-jelas mengingkari engkau tuhanku,

Engkau telah mencapku sebagai makhluk yang pembangkang, makhluk yang berbahaya hingga di awal pembacaan wahyu engkau pun namaku disebut-sebut hingga merekapun harus berlindung kepadaMu. Mereka seakan-akan phobia dengan aku. Setiap namaku pasti dikaitkan dengan segala tindakan kejahatan. Kenapa begitu tuhanku??? Kenapa ku tlah ditakdirkan begitu? Apakah itu tlah menjadi garis hidupku? Apakah aku telah diciptakan masuk neraka. Ku tahu engkau maha tahu, maha kuasa. Engkau lah yang menciptakanku beserta sikap2 bawaanku yang memang terkomposisi dari api.

Sedangkan makhluk istimewamu adam dan turunannya banyak juga yang bersikap bar-bar, saling membunuh, menganiaya, menipu dan itu selalu aku yang menjadi kambing hitamnya. Saya Cuma sedikit menggodanya tapi itu semua karena kemauan mereka sendiri. Mereka ibarat menjadi wakilMu di muka bumi, mereka mengeluarkan fatwa-fatwa yang seharusnya hanya engkaulah yang berhak atas fatwa itu. Mereka saling mengklain merekalah yang benar dan ajaran dan agama lain di luar agama mereka merupakan agama yang sesat. Mereka saling membunuh mengatas namakan agama. Seakan-akan mahzab merekalah yang benar,seakan-akan keyakinan merekalah yang benar. Bahkan lebih parahnya banyak juga di antara mereka yang menyembah aku, di persia dulu ada keyakinan zoroaster yang menyembah api, di indonesia, animisme dan dinamisme, di afrika ada dengan vodoo nya. Eropa dan amerika ada dengan gereja setannya. Saya aneh dengan semua ini. kenapa makhluk yang engkau istimewakan telah jauh mengingkari engkau. Apakah engkau salah cipta? Saya yakin engkau tidak akan salah karena engkau maha benar. Kenapa aku yang sujud ribuan tahun kepadaMu engkau laknat. Kenapa aku yang menyembah-Mu ribuan tahun engkau kutuk

Maha benar engkau, Tuhanku

=========================================================================

The Madness of God menjadikan ketergelinciran Iblis dan dakwaannya kepada Tuhan karena telah menyesatkannya, sebagai landasan bagi pertanyaan-pertanyaan mengenai kehendak-bebas di hadapan kemahakuasaan Tuhan. Pertanyaan yang berulang kali diajukan adalah: Jika Tuhan Mahakuasa dan tiada sesuatupun yang dapat terjadi di luar kehendak-Nya, maka bagaimana mungkin makhluk disalahkan karena dosa-dosanya?
Seiring dengan bergulirnya cerita, pembaca akan tenggelam dalam keyakinan tentang keesaan, kemahakuasaan, dan keadilan Tuhan.

Shawni meramu adikaryanya ini dengan gayanya yang amat unik dan khas. Novel ini terlepas dari judulnya yang provokatif, merupakan usaha Shawni dalam menyelaraskan keimanannya dengan akalnya.

Bacalah dengan seksama dan jangan terburu-buru,gunakan akal sehat anda dalam menyelami ucapan manis setan dalam merayu manusia; ketika dosa yang dilakukan manusia karena bujukan setan namun makhluk terlaknat ini malah  menisbatkan segala kesalahan (dosa) yang dilakukan manusia adalah berasal dari Tuhan. Sebagai sumber dari segala sumber posisi Tuhan di mata setan sebagai puncak segala aktifitas manusia baik itu baik ataupun buruk,hati-hatilah dalam membaca buku ini.

Walau bagaimana pun buku ini sebagai salah satu novel fiksi terbaik Shawni,gaya bahasa yang digunakan Shawni dapat dipahami semua kalangan dan pemaparan juga alur ceritanya Shawni mampu membawa pembaca untuk sekali-kali membenarkan apa yang diucapkan setan dalam merayu manusia dalam kenistaan.

Sekali lagi!!!!Jangan baca buku ini,jika membaca setengah dari isi yang ada

Categories: BUKU (Review) | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: