Wanita (literatur yang belum teratur)

Dalam kehidupan yang fana ini dunia begitu menggoda dan sering kita terbuai dengan rayuannya,bahkan setiap doa yang kita panjatkan tidak luput dari keperluan dan urusan dunia agar diberi kemudahan dalam menggapai semua itu.

Sungguh dunia membuat indera kita merasakan akan keindahan dari materi-materi yang sebenarnya tidak ada (fana).

sebagai contoh dalam menyikapi suatu realitas dalam sudut pandang terhadap kaum hawa banyak dari kaum adam menilai, memandang, dan mengambil langkah yang berbeda pula.

wanita dalam pandangan lelaki bisa menjadi indah sebagai sosok yang mengalirkan energi gairah dalam menapaki kehidupan, tak sedikit yang menilai bentuk fisik sebagai pemuas nafsu ragawi; apa nilai yang sebenarnya  dari sebuah kreasi Yang Maha Besar yang disebut wanita ini, banyak persepsi tentang kaum hawa dimata para lelaki; apa begitu pula sebaliknya pandangan para wanita terhadap lelaki?hanya para wanita yang bisa menilai hal ini dan tentu saja dengan sudut pandang yang berbeda pula diantara mereka.

mata sebagai indera buah kreasi Yang Maha Sempurna sebagai visualisasi langsung agar manusia dapat menikmati keindahan ciptaan-Nya yang lain, setuju atau tidak ungkapan dari mata jatuh ke hati sebagai contoh betapa besar peran mata dalam memilah dalam penilaian suatu objek yang dilihat dan itu terjadi pada kasus lelaki memandang wanita.

Apa yang sebenarnya dilihat lelaki yang ada pada wanita? dan apa yang ada  pada wanita yang membuat lelaki tertarik untuk melihat?

ada yang  mengatakan :

wanita sebagai manifestasi Tuhan, wanita racun dunia, wanita adalah candu, makhluk lembut dan banyak lagi deskripsi tentang wanita apa benar semua itu atau salah-satunya atau bahkan masih kurang atau malah berlebihan?

kehadiran wanita dalam kehidupan lelaki bak senjata yang bisa menghancur leburkan musuh dan bisa pula sebagai senjata yang menyerang balik.

tulisan ini hanya sebagai ungkapan dari ketidaktahuan penulis akan peran wanita dalam kehidupan lelaki karena akan kita peroleh jawaban apabila kita telah menjalin dan hidup berdampingan dengan wanita.

persepsi dan deskripsi tentang wanita bukanlah sebagai jawaban mutlak kita mengetahui wanita.

Categories: Feminimisme | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: